Melawan Arus Pemikiran Punk

Kurang lebih bulan lalu saya mengajak ucay ex-vokalisrocket rockers yang kini sering menjadi narasumber kajian kajian hijrah atau motivator hijrah untuk menjadi tamu di podcast saya. Dia sempat membahas sedikit tentang komunitas PunkMuslim, dan bagaimana pemahaman mereka.

Dari situ jadi lebih aware dengan postingan Punk Muslim yang kebetulan juga saya follow akun instagramnya. Saya juga mem-follow salah satu penggerak movement tersebut yaitu Aditya Rahman Yani. Saya buka-buka website nya menemukan banyak informasi salah satunya bahwa dia menulis buku berjudul Aku (pernah)Punk, dan Melawan Arus.

Saya cukup penasaran dan cari tahu tentang buku ‘Melawan Arus’.

Membaca buku tulisan Aditya Rahman bagi saya rasanya seperti sedang membaca bundling beberapa zine hc/punk dengan berbagai macam topik yang digabung menjadi satu. Pembahasan tiap-tiap babnya sangat menarik bagi saya, yang dulu pernah mendalami punk juga sebelumnya, dan kini mulai meninggalkannya dan belajar memperdalam Islam.
Definisi Punk, Anarkisme, Kapitalisme, Feminisme, DIY, Straight Edge dan ideologi-ideologi budaya tandingan lainnya cukup apik di bahas di buku ini, sambil mengkomparasi dengan konsep- konsep Islam.

Misalnya pada bab ‘straight edge atau gaya hidup islam’, di halaman 60. Untuk yang belum mengetahui apa itu straight edge. Straight edgeadalah sebuah istilah untuk gaya hidup positif yang ada pada skena hardocre & punk di seluruh dunia. Gaya Hidup ini menekankan pada aksi personal yang menjauhkan diri dari rokok, alkohol, drugs, dan juga free sex.

Sebagai penulis Aditya Rahman memaparakan secara singkat tapi padat mengenai straight edgesampai ke issue veganisme. Referensi musik sang penulis tak berbeda jauh dengan musik-musik yang biasa saya dengar dan baca liriknya, yang memudahkan saya untuk mengerti maksud dari arah tulisannya.

Intinya tidak ada yang salah dengan gaya hidup straight edge. Itu gaya hidup positif yang sangat baik di lakukan, tapi karena agama Islam merupakan way of life. Cukuplah islam menjadi jawaban bagi kita yang ingin menjalani gaya hidup positif. Dalam Islam sendiri diajarkan niat yang lurus karena Allah Swt semata, bukan karena sekedar mengikuti ide-ide straight edgemilik Ian Mckaye dan band band straight edge lainnya.

Salah satu bahasan yang saya suka juga ada di bab ‘Do It Yourself dan konsep kemandirian dalam Islam’ pada halaman 54-55. Ternyata setelah saya baca buku ini saya baru mengetahui eratnya konsep tersebut dengan nihilism. Bahwa kemandirian yang didoktrinkan dalam filosofi do it yoursel ternyata berasal dari akar pemikiran Nietzsche yang berusaha menghilangkan ketergantungan diri kepada apapun. Termasuk Tuhan.

Sedangkan Islam mengedepankan pemahaman bahswa setiap manusia itu diciptakan oleh Allah Swt dalam kondisi terbaik. Potensi yang dimiliki mampu menjadikan setiap manusia memiliki peluang menjadi mulia. Sehingga pantang bagi setiap muslim untuk memelas dan meminta-minta kepada orang lain.

Prinsip kemandirian dalam Islam, penerapannya adalah melakukan usaha sekuat kuatnya untuk tidak menjadi benalu bagi orang lain selagi kita masih mampu. Tanpa melupakan peran Allah Swt. Dengan kata lain , konsep kemandiirian Islam di bangun atas dasar ketauhidan yang luar biasa dimana manusia cukup bergantung kepada Allah saja, namun gotong royong bahu-membahu untuk melipat gandakan kinerja bukan hal yang dianggap menyalahi konsep tersebut.

Lebih masuk akal untuk diterapkan, terlebih karena Allah sudah menyiapkan pahala yang besar untuk hamba-Nya yang kuat dan mandiri.

Ada satu lagi bab yang menurut saya paling menarik. Dan ini ada di bab paling awal di halaman pertama. Bab ‘Mendefinisikan Punk, Islam, dan Punk Islam’.

Adalah hal yang sulit untuk mendifinisikan Punk. Sebab sejak wal kemunculannya hingga saat ini, Punk mengalami perubahan bentuk dan definisinya. Bahkan dengan kita memberikan definisi yang rinci justru akan memberi batasan-batasan yang mengikat terhadap Punk itu sendiri. Dan tentu akan sangat bertolak belakang dengan apa yg diperjuangkan punk selama ini : Kebebasan.

Sedangkan Islam jika kita mengacu pada pemahaman yang benar tentang Islam yang diajarkan Allah dalam Al-quran, Rasulullah, para sahabat, dan salafush shalih, maka kita akan menemui definisi Islam yang seragam dan baku. Penjelasan tentang hal hal prinsip dalam Islam tidak akan mengalami perubahan sejak pertama kali diwahyukan.

Lalu Bagaimana jika Punk digabung dengan Islam? Seperti yang sudah di bahas sebelumnya bahwa istilah Punk sangatlah relatif dan terus berubah sesuai kondisi jaman, sedangkan Islam sebaliknya, pengertiannya beserta prinsip–prinsip yang mendasarinya telah fix dan tidak bisa berubah mengikuti perkembangan zaman.

Maka jika kedua itu digabungkan, yang tetap menjadi penentu adalah Islam. Sedangkan Punk hanyalah istilah ‘sampingan’ yang mengekor pada siapa sosok yang mengaku dirinya membawa label Islam tersebut.

Ketika seorang mengaku dirinya sebagai Punk Islam, maka definisi Punk sendiri akan terabaikan secara fundamental. Karena karakteristik definitif Punk yang relative, membuat Punk tidak terlalu penting jika dibandingkan dengan posisi label islam.

Kelak pelabelan Punk Islam’ mungkin tidak lagi akan dipakai. Yaitu kentika nilai-nilai Islam jauh lebih banyak dipahami dan dimengerti oleh mereka yang pernah mengaku sebagai Punk Islam. Atau ketika nilai nilai Punk sudah tidak lagi relevan dengan perkembangan zaman. Saat itu hanya Islam lah yang mereka rasakan untuk memberi solusi.
Saat itu pula label apapun selain islam tidak akan menjadi penting. julukan apapun tidak lagi mereka butuhkan. karena mereka kelak akan tahu bahwa cukup Islam saja bagi mereka.

Pada akhrinya buku dengan ketebalan 121 halaman dan diterbitkan oleh penerbit Kanzun Book ini cocok bagi para Punk pemikir yang memulai hijrahnya. Komparasi kedua konsep Punk dan Islam cukup menjawab pertanyaan-pertanyaan saya dulu, ketika masih bergelut di dunia dan melabeli diri seorang Punk.

Di situ saya paham akan pergerakan komunitas Punk Muslim di Jakarta dan di Surabaya. yang sebenarnya semua adalah untuk menjembatani Punkers ke jalan Islam yang kaffah nantinya.